Cerita Di Balik Pertumbuhan Kinerja SIDO Sejak Tahun 2018

Di tahun 2018, harga saham SIDO naik gila-gilaan bahkan kenaikannya terus terjadi hingga saat ini. Apa yang perbedaan kinerja SIDO sebelum 2018 dan setelahnya?

Jika berbicara mengenai produk obat-obatan, mungkin sudah banyak produk yang terkenal di Indonesia. Namun, apabila kita membahas tentang produk jamu, nama Sido Muncul pasti akan langsung terlintas di kepala. Lalu bagaimana kinerja SIDO?

Walaupun produknya bukan cuma jamu, tapi merek yang satu ini terkenal dengan produk herbal alaminya yang cocok dengan orang Indonesia bahkan produknya sudah menembus pasar internasional juga.

Berdiri sejak tahun 1940, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dengan kode saham SIDO merupakan salah satu perusahaan produk jamu herbal terbesar di Indonesia. Salah satu yang terkenal sekaligus menjadi tumpuan utama bisnis perusahaan adalah produk jamu Tolak Angin.

Mungkin terlintas dipikiran kita bahwa di zaman modern ini jamu sudah mulai ditinggalkan. Jika merasa tidak enak badan, seseorang akan lebih mengandalkan obat dibandingkan jamu.

Namun, SIDO mematahkan anggapan tersebut. Nyatanya, jamu masih banyak disukai di zaman modern seperti sekarang. Hal itu terlihat dari kinerja SIDO yang kian cantik dari tahun ke tahun, kinerja yang terus meningkat membuat harga saham perusahaan pun ikut terdongkrak.

Dalam lima tahun terakhir, harga saham SIDO menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi dengan rata-rata kenaikan 25% per tahun.

Tentu saja ini menjadi kenaikan harga yang cukup impressive jika dibandingkan dengan emiten lain di sektor yang sama seperti PT Kalbe Farma (KLBF) yang hanya tumbuh dengan CAGR sebesar 6%.

KLBF merupakan perusahaan farmasi publik terbesar di Asia Tenggara yang menjual berbagai obat-obatan dan produk kesehatan. Produk herbal perusahaan (Bintang Toedjoe Masuk Angin) dan produk minuman berenergi (Extra Joss) menjadi salah satu kompetitor kuat bagi SIDO.

Kinerja jangka panjang saham SIDO

Sejak melakukan penawaran saham perdana (IPO) di tahun 2013, harga saham SIDO sudah naik hingga 124% dengan kenaikan harga tiap tahunnya sekitar 11%.

Walaupun returnnya terlihat menarik, nyatanya pasca IPO harga saham SIDO terus turun hingga tahun 2017. Sebenarnya harga saham SIDO mulai berbalik arah di tahun 2018, sejak saat itu harga saham SIDO terus meningkat signifikan hingga kini.

Kenaikan tersebut bukanlah aksi spekulasi semata, melainkan juga diikuti dengan peningkatan profitabilitas yang dihasilkan perusahaan.

Laba bersih SIDO

Sebelum tahun 2018, laba bersih SIDO hanya mampu tumbuh kurang dari 11% tiap tahun. Sedangkan mulai tahun 2018, pertumbuhannya bahkan bisa mencapai lebih dari 20% per tahun.

Lantas, apa yang terjadi dengan SIDO di tahun tersebut? Perbedaan kinerja seperti apa yang membuat SIDO begitu dilirik saat itu?

Mari kita kulik cerita SIDO sebelum dan setelah tahun 2018.

Yuk Lanjut Baca

INVESTABOOK Insight

 

Langganan & Akses 250+ Insight Lainnya

Jika sudah berlangganan, kamu bisa login di sini!

 

Prasetyo Utomo

Investor Saham & Anggota Quality Investor Club (QIC)

Bagikan dan Diskusikan

Telegram
WhatsApp
Twitter
Facebook
0 0 votes
Rating Analisis
Subscribe
Notify of
5
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Rekap Laporan Keuangan Sudah Terkirim!

Silahkan cek email kamu!