INVESTABOOK

Kapan Vidio Bisa Profitable?

Karena investasi pada Vidio, laba usaha 9M 2022 SCMA turun 24% meskipun laba usaha segmen TV tumbuh 9%. Sampai kapan SCMA harus “bakar uang” untuk mengembangkan Vidio?

Sejak Q1 2022, Vidio telah berhasil menjadi market leader Subscription Video on Demand (SVOD) di Indonesia secara streaming minutes.

Kisah sukses Vidio juga mulai dibicarakan di berbagai media, termasuk media internasional.

Namun, market leadership Vidio belum tercermin pada kinerja keuangannya.

Hingga 9M 2022, kerugian Vidio meningkat 18x lipat dari Rp 23 miliar menjadi Rp 439 miliar. Vidio membakar lebih dari Rp 1 triliun hanya dalam 9 bulan.

Apakah investasi pada Vidio akan memberi hasil yang sepadan bagi SCMA?

Pertanyaan itu hanya bisa dijawab jika kita bisa memperkirakan kapan Vidio akan menghasilkan keuntungan. Ibarat siklus pertanian, kita perlu tahu kapan musim panen akan datang.

Dengan produktivitas yang sama, tanaman hanya perlu 3 tahun untuk dipanen akan bernilai lebih tinggi dibanding tanaman yang butuh waktu 10 tahun untuk bisa diambil manfaat ekonominya.

Sebagai perbandingan, Netflix yang sudah merintis bisnis SVOD Streaming sejak 15 tahun lalu dan punya 223 juta subscriber saja masih kesulitan untuk menghasilkan laba dalam bentuk kas atau Free Cash Flow (FCF). Cash conversion (FCF/Laba Bersih) Netflix hanya 14%.

Meskipun Vidio punya sejumlah keunggulan yang membuatnya berpotensi bisa terus menjadi market leader di pasar SVOD Indonesia, hal itu tidak serta merta menjamin Vidio akan jadi bisnis yang menguntungkan.

Jadi, seperti apa path to profitability Vidio? Faktor apa saja yang akan mempercepat dan memperlambat prosesnya untuk menjadi mesin penghasil kas bagi SCMA?

Mari kita bahas!

Yuk Lanjut Baca

INVESTABOOK Insight

 

Gabung Komunitas untuk baca selengkapnya!

Jika kamu sudah berlangganan, kamu bisa login di sini!

 

Alfisyahrin

Investor aktif sejak 2018. Suka ngulik data dan mengenali pola sejak kuliah di Sosiologi Universitas Indonesia. Percaya tentang pentingnya kualitas dalam berbagai urusan, termasuk dalam investasi. Sangat tertarik pada titik temu antara keuangan, media, dan teknologi.

Bagikan dan Diskusikan

Telegram
WhatsApp
Twitter
Facebook
0 0 votes
Rating Analisis
Subscribe
Notify of

Insight Menarik Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x