TGKA: Marjin Tipis, Value Tebal

Mari berkenalan dengan TGKA. Wonderful company dengan NPM hanya 4%, namun masuk ke dalam watchlist saham compounder. Apa value yang ditawarkan TGKA?

Di masa awal perjalanan karir investasi saham, kamu pasti pernah disarankan untuk membeli saham perusahaan dengan profit margin yang tebal. Entah dengan melihat gross margin (marjin laba kotor), operating margin (marjin laba operasi), atau net margin (marjin laba bersih). Perusahaan seperti ini, disebut-sebut sebagai penguasa pasar yang akan selalu mengalahkan kinerja kompetitor dalam jangka panjang.

Sampai sekarang, dari pengamatan kami, masih banyak “senior” pasar modal yang memberikan saran serupa. Terkadang dengan penegasan bahwa: “Perusahaan yang bagus haruslah perusahaan yang bermarjin laba tebal. Maka perusahaan dengan marjin laba tebal, pastilah perusahaan yang bagus.”

Kalimat ini, menurut kami adalah MITOS.

Mari berkenalan dengan PT Tigaraksa Satria Tbk. (TGKA). Didirikan pada tahun 1919, kini TGKA sudah berusia 102 tahun. Meskipun begitu, perusahaan centenarian ini ternyata masih eksis, relevan, serta masih mampu meningkatkan laba sampai double digit di tahun 2020 lalu.

laba bersih TGKA

Bukti bahwa corporate life cycle dari Aswath Damodaran yang menggambarkan “usia” pada perusahaan memang tidak ada hubungannya dengan usia sejak perusahaan didirikan. Namun lebih kepada potensi pertumbuhannya pada setiap “fase kehidupan” si perusahaan. TGKA yang sudah berumur >100 tahun sekalipun masih belum akan menyentuh fase tuanya (decline) jika ternyata cakupan pasar TGKA masih terus bertambah.

corporate life cycle - Aswath Damodaran
Corporate Life Cycle, Aswath Damodaran

TGKA adalah saham compounder dengan performa unik. Jika kamu melakukan screening dengan syarat net profit margin mesti di atas 10%, seperti rule of thumb yang sering kami temui, maka kamu harus rela kehilangan kesempatan berinvestasi di wonderful company seperti TGKA.

Net profit margin memang hanya 4%, namun di kala pandemi, ROE-nya bisa menembus level tidak wajar dengan pencapaian sebesar 30%. Catatan serupa juga diraih setahun sebelumnya dengan ROE 31%. Sejauh ini, melihat performa TTM Q2 2021, TGKA bahkan mampu mencatat ROE hingga 32%.

Kok ada ya, perusahaan seperti ini? Jangan-jangan kondisi leverage-nya terlalu tinggi?

Tidak juga. Menurut kami financial leveragesalah satu rasio pembentuk ROE—belum berada di level yang mengkhawatirkan.

Lantas apa saja kualitas bisnis yang mendorong TGKA untuk bertahan hingga lebih dari seratus tahun, dan masih “menolak menua” dari segi corporate life cycle?

Yuk Lanjut Baca

INVESTABOOK Insight

 

Langganan & Akses 250+ Insight Lainnya

Jika sudah berlangganan, kamu bisa login di sini!

 

Fachry Nuzuli

Investor Saham & Anggota Quality Investor Club (QIC)

Bagikan dan Diskusikan

Telegram
WhatsApp
Twitter
Facebook
0 0 votes
Rating Analisis
Subscribe
Notify of
9
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Rekap Laporan Keuangan Sudah Terkirim!

Silahkan cek email kamu!