TOWR & TBIG: 2 Raksasa ITP Melaksanakan Tender Offer

TOWR dan TBIG sama-sama melaksanakan tender offer sukarela dengan menyiapkan dana mencapai triliunan rupiah. Apa itu tender offer?

Seminggu sebelum artikel insight ini dibuat, aksi korporasi TOWR cukup membuat heboh pelaku pasar.  Hartono bersaudara melalui PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dari Grup Djarum melaksanakan tender offer sukarela dan siap membeli 2.55 miliar saham TOWR dengan Rp1,300/lembar saham.

Berita tender offer TOWR 2022
Sumber: IDX Channel

Yang membuat hebohnya, saat diumumkan harga saham TOWR masih berada di angka ±Rp1,100/lembar saham. Jika kita membeli saham TOWR saat itu juga dan menjualnya saat tender offer berlangsung, kita bisa mendapatkan cuan ±15%.

Sounds like easy money, right?

Bukan hanya TOWR, salah satu pesaing terbesarnya TBIG juga melaksanakan tender offer sukarela 2 bulan lalu dengan memasang harga beli di atas harga pasar saat itu juga.

berita tender TBIG 2022
Sumber: Bisnis

PT DIA dan pemegang saham pengendali (PSP) TBIG harus menyiapkan dana triliunan rupiah untuk melaksanakan tender offer tersebut.

Apa sebenarnya aksi korporasi tender offer ini? Kenapa pemegang saham pengendali mau membeli di atas harga pasar? Bagaimana dampaknya bagi investor minoritas TOWR dan TBIG?

Mau baca Insight tentang sektor Telekomunikasi dan >180 Insight keuangan lainnya? Yuk gabung komunitas dan diskusi bersama di Quality Investor Club!

Apa Itu Tender Offer?

Tender offer adalah penawaran pembelian saham oleh pihak tertentu kepada pemegang saham suatu perusahaan. Dalam kasus TOWR, pihak yang ingin membeli adalah PT DIA yang dimiliki Budi Hartono dan Bambang Hartono. Sedangkan pihak pembeli adalah PSP-nya.

Meskipun sama-sama membeli dari saham yang sudah beredar, tender offer berbeda dengan buyback yang merupakan skema pembagian laba ke investor. Tender offer juga berbeda dengan right issue ataupun private placementdimana perusahaan menerbitkan lembar saham baru untuk tujuan mencari tambahan modal.

Lalu apa tujuan melakukan tender offer?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita harus paham dulu ada 2 jenis tender offer:

  1. Tender offer wajib, yaitu penawaran yang wajib dilakukan oleh PSP baru perusahaan dengan jumlah sesuai saham yang beredar di masyarakart. Contohnya saat PT Excel Axiata Tbk. (EXCL) mengakuisisi dan menjadi PSP baru PT Link Net Tbk. (LINK).

Tujuan utama tender offer wajib ini adalah memenuhi peraturan OJK No.9/POJK.04/2018 saat perusahaan memiliki PSP baru.

Dengan tender offer wajib ini seluruh pemegang saham, terutama pemegang saham minoritas mendapat kesempatan yang sama dan adil untuk exit ataupun menjual kepemilikannya.

  1. Tender offer sukarela, yaitu penawaran yang tidak wajib dengan jumlah tertentu. Tujuan utama tender offer sukarela ini adalah untuk membeli saham seperti saat pasar buka, bedanya cara ini adalah cara alternatif bagi pihak pembeli dengan nilai yang sangat besar tanpa menggerakan harga pasar berlebihan dan memperoleh harga yang lebih pasti. 

Skema tender offer sukarela ini juga dilaksanakan saat perusahaan terbuka mengajukan go private.

Jika teman-teman memiliki sahan perusahaan yang sedang melaksanakan tender offer, teman-teman dapat menghubungi pihak sekuritas untuk menerima atau menolak penawaran tersebut.

Kenapa Membeli Di Atas Harga Pasar?

Dari sisi peraturan OJK No.3/POJK.04/2021, memang harga yang ditetapkan harus lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi selama 90 hari kalender terakhir.

Tetapi coba kita liat lebih teliti kasus TOWR. 

harga saham towr
TradingView

Dalam 90 hari kalender terakhir, rata-rata harga tertinggi TOWR kurang lebih berada di angka Rp1,050/lembar saham. Sah-sah saja jika PT DIA memasang harga sesuai dengan peraturan, tetapi kenapa PT DIA berani memasang penawaran di harga Rp1,300?

Salah satu faktornya adalah control premium. Meskipun bukan PSP secara langsung, tetapi PT DIA yang dimiliki Bambang Hartono dan Budi Hartono tetap terafiliasi dengan PT Sapta Adhikari Investama (SAI) yang dimiliki oleh anak-anak Hartono bersaudara. Pihak pengendali yang ingin menambah kepemilikan sahamnya biasanya menawarkan harga yang lebih premium sebagai konsekuensi atas hak kontrol mereka atas perusahaan. Hal serupa juga biasanya terjadi dalam akuisisi.

Selain itu, penilaian intrinsic value PT DIA terhadap TOWR juga berpengaruh. Intrinsic value adalah estimasi arus kas (cash flow) yang dapat dihasilkan perusahaan untuk pemegang sahamnya di masa depan.

Setiap investor memiliki penilaian intrinsic value yang berbeda-beda tergantung berapa growth rate dan discount rate yang diberikan untuk prospek dan risiko bisnis perusahaan.

Tidak bisa dipungkiri, keterbatasan data yang tersedia oleh investor ritel/minoritas sangat mempengaruhi estimasi nilai intrinsik. Pihak-pihak yang memiliki data kuantitatif terlengkap, informasi lapangan terkini, akses ke manajemen dan detail strategi seperti apa yang akan dijalankan hanyalah pihak-pihak besar tertentu saja. Bank, sekuritas, aset manajemen, investor dengan dana yang sangat besar, PSP dan lainnya.  

Harga/nilai saat beberapa aksi korporasi tertentu seperti:

  • Private placement dari investor besar, PSP atau manajemen
  • Akuisisi
  • Tender offer
  • Pengajuan go private
  • Suku bunga kredit yang diberikan bank

bisa menjadi pembanding atau pertimbangan dalam kita menghitung estimasi intrinsic value perusahaan.

Dengan kata lain, aksi tender offer sukarela ini memberikan kita informasi tersirat mungkin Rp1,300 adalah harga wajar atau bisa jadi harga undervalue bagi PT DIA untuk menambah kepemilikan bisnisnya.

Meskipun begitu, bukan berarti harga yang tertera saat private placement, akuisisi ataupun tender offer adalah holy grail. Teman-teman juga harus ingat, opportunity cost dan time horizon juga berpengaruh pada keputusan investasi.

Bisa jadi PT DIA berani membayar Rp1,300 untuk prospek arus kas masa depan TOWR selama puluhan tahun. Jika teman-teman hanya memiliki time horizon 5 tahun, tentu nilai tersebut menjadi tidak relevan.

At the end, semua keputusan berinvestasi tetap menjadi tanggung jawab kita sendiri. Jangan sampai kita memiliki anggapan ketika kita membeli TOWR di harga <Rp1,300 kita sudah pasti untung. Itu sama saja dengan berspekulasi, bukan berinvestasi.


DISCLAIMER:

Artikel di atas dibuat semata untuk tujuan penyediaan referensi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk keputusan keuangan dan investasi tertentu. Setiap pihak bertanggung jawab penuh atas keputusan keuangan dan investasi yang dibuatnya sendiri.

Penulis memiliki posisi investasi di saham TOWR. Artikel dibuat berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan dimuat sebagaimana adanya.

Dharma Djiauw

Investor aktif sejak 2019. Interested in internet and tech.

Bagikan dan Diskusikan

Telegram
WhatsApp
Twitter
Facebook
0 0 votes
Rating Analisis
Subscribe
Notify of
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Rekap Laporan Keuangan Sudah Terkirim!

Silahkan cek email kamu!