SIDO yang Tetap Compounding dengan Dividend Payout Ratio Tinggi

Dividend Payout Ratio tahun 2020 sama-sama 100%, tetapi SIDO berbeda dengan UNVR. Pengekspor Tolak Angin ini tetap bisa meningkatkan ROE dan mencetak pertumbuhan laba bersihnya.

Investor SIDO kembali menikmati dividen melimpah dari SIDO. SIDO membagikan 2 kali dividen dengan total Rp 31.40 per lembar saham di November 2020 untuk dividen interim dan April 2021 untuk dividen Final.

Dengan earning per share (EPS) tahun 2020 sebesar Rp31.13 itu berarti SIDO membagikan dividen lebih besar dari laba bersihnya dengan dividen payout ratio (DPR) 101%.

SIDO juga menempati posisi teratas di Watchlist Saham Compounder INVESTABOOK berdasarkan DPR yang terbesar.

Watchlist saham compounder INVESTABOOK

Dalam proses pemilihan saham compounder tersebut kami menerapkan filosofi investasi kursi 3 kaki oleh Chuck Akre. Filosofi inilah yang membuat Chuck Akre dan Akre Capital Management meraih 100 baggers dari saham Berkshire Hathaway (BRK) dan American Tower (AMT).

filosofi investasi chuck akre
Materi Quality Investing Course INVESTABOOK

Salah satu kaki ciri saham compounder adalah hanya memilih perusahaan yang mampu mereinvestasi labanya untuk menciptakan keuntungan yang lebih besar.

Besarnya reinvestasi laba – atau yang lebih dikenal sebagai laba ditahan – berasal dari laba bersih dikurang dividen. Semakin kecil dividen yang diberikan akan semakin besar reinvestasi laba dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Dengan DPR yang sangat tinggi bahkan mencapai 101% di tahun 2020, pasti rekan-rekan investor bertanya, apa yang membuat SIDO masih masuk ke dalam kategori saham compunder? Sedangkan UNVR tidak.

Mau baca Insight tentang Sektor Kesehatan dan >180 Insight keuangan lainnya? Yuk gabung komunitas dan diskusi bersama di Quality Investor Club!

SIDO VS UNVR

Bukan tahun 2020 ini saja SIDO membagikan dividen tinggi ke pemegang sahamnya. Sejak IPO, DPR SIDO memang selalu di atas 80%. Hanya selisih sedikit dari raksasa consumer goods UNVR.

dividend payout ratio unvr sido

ROE yang tinggi menjadi ciri khas utama saham compounder karena merepresentasikan seberapa besar laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari modal investor yang tertanam.

Umumnya semakin besar ROE semakin bagus, tetapi kita tetap harus memeriksa secara keseluruhan fakta dan komponen bisnis dibalik angka ROE tersebut.

Meskipun ROE 2021 UNVR hampir 4x lipatnya ROE SIDO, tetapi dalam 7 tahun terakhir ROE UNVR tidak bertumbuh signifikan. Seiring dengan laba bersih yang dihasilkan bisnis barang konsumsi rumah tangga UNVR yang juga cenderung stagnan.

laba bersih dan ROE unvr
laba bersih dan ROE SIDO
net profit

Sedangkan ROE SIDO sudah bertumbuh lebih 2x lipat dari 16% menjadi 36%, mengikuti laba bersih bisnis jamu herbal dan farmasi SIDO yang terus meningkat sejak 2014.

Nah, bagaimana dengan top line bisnisnya? Jangan-jangan hanya sekedar efisiensi operasional.

topline dan pertumbuhan bisnis sido

Ternyata secara top line, pendapatan SIDO juga bertumbuh secara konsisten setiap tahunnya yang sebagian besar dikontribusikan oleh segmen jamu herbal dan suplemen.

Ini berarti pertumbuhan 3x lipat laba bersih – dari Rp400 miliar menjadi Rp1.2 triliun – memang berasal dari bisnis SIDO yang terus compounding sejak IPO.

Nah, terjawab sudah kenapa SIDO masih masuk ke dalam kategori saham compounder. Tetapi bisnis yang terus compounding pasti memerlukan biaya ekspansi.

belanja modal sido
capital expenditure 
capex

Bisnis jamu herbal dan farmasi SIDO masih rutin mengeluarkan biaya ekspansi setiap tahunnya. Muncullah pertanyaan selanjutnya, bagaimana SIDO bisa tetap berekspansi dengan selalu membagikan dividen >80% dari laba bersihnya?

Mari kita bedah satu-satu alur cerita di balik compounding business SIDO! 

Buy Low, Sell High

Istilah buy low and sell high ini bukan hanya mengacu pada strategi trader saham untuk mendapatkan keuntungan saja, tetapi juga kunci dari bisnis SIDO.

segmen pendapatan sido
revenue segment

Pendapatan SIDO dibagi menjadi 3 segmen bisnis, yaitu jamu herbal dan suplemen, makanan dan minuman, serta farmasi.

Segmen yang menjadi ujung tombak SIDO adalah segmen jamu herbal dan suplemen yang berkontribusi sebesar 67% dari total pendapatan.

Segmen jamu herbal dan suplemen SIDO memiliki moat yang sama seperti bisnis rokok HMSP & GGRM, yaitu akses bahan baku yang murah.

akses bahan baku murah sido

SIDO, HMSP dan GGRM sama-sama membeli bahan baku mereka langsung dari petani lokal sehingga mendapatkan harga yang lebih murah (buy low) dan menjual produknya dengan margin yang lebih tebal (sell high).

Sayangnya moat bisnis rokok HMSP dan GGRM digerus oleh kebijakan cukai tembakau yang dikeluarkan pemerintah. Sedangkan SIDO bebas menikmati moat ini.

Tidak heran segmen jamu herbal dan suplemen memiliki margin laba kotor yang jauh lebih tinggi dari 2 segmen lainnya.

margin laba kotor sido
gross profit margin

Tolak Angin yang Terlalu dan Semakin Profitable

Dengan moat akses bahan baku murah, SIDO sudah memiliki bisnis yang profitable dengan ROE 16% (double digit) di 2014. Tetapi pihak manajemen mampu membuat SIDO lebih profitable lagi.

ROE SIDO 
analisis dupont

Ternyata peningkatan 2x lipat ROE SIDO berasal dari peningkatan margin laba bersih (NPM).

Dari mana asal margin yang semakin tebal ini?

Seperti yang sudah dibahas di artikel insight sebelumnya “Cerita Di Balik Pertumbuhan Kinerja SIDO Sejak Tahun 2018”, SIDO memiliki double growth engine yang membuat bisnisnya semakin profitable yaitu peningkatan harga jual rata-rata (ASP) dan efisiensi produksi.

sumber pertumbuhan sido
double growth engine sido

Kenaikan Harga Jual Rata-Rata

Mengutip dari berita Kontan, pihak manajemen SIDO meningkatkan harga jual rata-rata Tolak Angin menjadi Rp2,700 per sachet di tahun 2016.

berita harga tolak angin sido 2016
Sumber: Kontan

Jika kita bandingkan dengan harga jual Tolak Angin di Official Store Sido Muncul Tokopedia sekarang yaitu Rp3,600 per sachet, itu berarti harga jual rata-rata Tolak Angin sudah naik 33.3% dalam 5 tahun.

Tolak Angin yang menjadi produk andalan segmen jamu herbal dan suplemen membawa peningkatan pendapatan segmen hampir 3x lipat dalam 7 tahun.

penjualan segmen jamu herbal dan suplemen sido
revenue

Selain itu, manajemen SIDO secara resmi menginfokan kenaikan harga jual rata-rata segmen jamu herbal dan suplemen serta makanan dan minuman saat Public Expose 2018, meskipun tidak disebutkan berapa persen kenaikannya.

Meskipun menaikkan harga produk secara signifikan produk jamu herbal SIDO tidak kehilangan volume penjualannya. Tolak Angin dan Tolak Linu tetap menjadi pilihan nomor 1 masyarakat saat terkena masuk angin dan pegal-pegal.

pangsa pasar jamu herbal sido
market share
Company Presentation 2021

Dengan brand loyalty yang dibangun sejak 1940-an, tidak heran produk jamu herbal SIDO memegang posisi dominan dalam market share jamu herbal, bahkan semakin meningkat di dua tahun terakhir.

Efisiensi Produksi

Efisiensi produksi SIDO dilakukan dengan peningkatan skala produksi dan modernisasi fasilitas pabrik.

Tahun 2015 lalu, SIDO selesai membangun fasilitas ekstraksi bahan baku di Semarang. Kapasitas ekstrak bahan baku meningkat dari 3,750 kg per hari menjadi 11,250 kg per hari.

Ditambah lagi tahun 2018, SIDO kembali menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi Cairan Obat Dalam II (COD II) di Semarang. Fasilitas produksi COD I dan II inilah yang memproduksi Tolak Angin, Tolak Linu dan jamu cair lainnya dengan total kapasitas produksi 180 juta sachet per bulan.

Dengan skala yang lebih besar dan otomasi yang lebih efisien, SIDO mampu memproduksi produknya dalam jumlah yang lebih banyak dengan biaya yang lebih rendah. Margin beban pendapatan pun menurun seiring efisiensi produksi.

beban pendapatan segmen jamu herbal dan suplemen
cogs

Peningkatan pendapatan dan penurunan margin beban pendapatan segmen jamu herbal dan suplemen adalah jawaban dari peningkatan profitabilitas SIDO yang dibuktikan dengan peningkatan margin laba kotor dan diiringi margin laba bersih.

margin laba kotor dan margin laba bersih sido
GPM NPM

Menyisihkan Secuil Laba Untuk Capex

Seperti yang sudah disampaikan di awal artikel, SIDO masih terus mengeluarkan biaya Rp100-300 miliar untuk capex setiap tahunnya.

Tanpa utang bank dan dividend payout ratio yang selalu di atas 80%, bagaimana bisa SIDO tetap rutin mengeluarkan capex?

rasio capex sido

Melalui tabel di atas, kita bisa melihat jumlah capex dibanding laba bersih SIDO rata-rata sebesar 20%. Kecuali pada tahun 2014 karena SIDO melakukan akuisisi segmen bisnis farmasinya, PT Berlico Mulia.

Untuk biaya capex rutin Rp100-300 miliar tersebut, SIDO hanya perlu menyisihkan 15-20% laba bersihnya. Sisa 80-85% laba adalah ruang free cashflow untuk investor SIDO, baik berupa dividen ataupun buyback.

What a wonderful business, right? 

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah 20% capex dengan nilai Rp 100-300 miliar tersebut sudah optimal?

Ada 2 faktor utama yang menentukan besar kecilnya capex, yaitu skala bisnis dan profil produk. TSPC dan KLBF adalah contoh perusahaan yang sama-sama bergerak di bisnis produk kesehatan dan farmasi. 

ukuran capex sido tspc klbf

Dari faktor skala bisnis, sudah jelas KLBF akan memiliki nilai capex yang paling besar untuk ekspansi ataupun pemeliharaan aset produktifnya karena skala bisnisnya termasuk yang terbesar di Indonesia.

Sedangkan TSPC dengan memiliki skala bisnis yang kurang lebih sama dengan SIDO memiliki nilai capex yang lebih besar karena profil produk yang lebih kompleks.

Macam-macam produk susu, obat herbal, obat kimia ataupun suplemen dengan bentuk sediaan cair, bubuk ataupun padat memiliki jenis mesin atau fasilitas yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi besar kecilnya capex yang dibutuhkan untuk maintenance atau ekspansi.

capex tspc sido klbd
capital expenditure belanja modal
*TSPC dan KLBF menggunakan data TTM 3Q 2021

Selama 7 tahun ini, nilai aset tetap SIDO berjalan seiring dengan pendapatan bisnisnya. Ini menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengalokasikan capex untuk penambahan aset tetap dapat menghasilkan peningkatan pendapatan yang setimpal.

revenue dan fixed assets sido
pendapatan dan aset tetap sido

Tidak ada aset tetap yang macet dan gagal men-generate pendapatan untuk bisnis jamu dan farmasi SIDO.

DPR 100%, Ekspansi Sudah Mentok?

Memang DPR 100% umumnya menandakan fase bisnis yang sudah sangat mature dan peluang ekspansi yang sangat kecil, seperti yang terjadi pada UNVR dan HMSP.

Membagikan dividen besar lebih baik dibanding memaksakan reinvestasi atau ekspansi ke proyek yang tidak menguntungkan.

Tetapi SIDO adalah kasus yang berbeda. Saat ini SIDO sedang dalam masa menuai panen hasil ekspansi aset produktifnya saat masa menanam tahun 2014-2018.

Turnover aset tetap cenderung turun dari 2014-2018 adalah masa menanam SIDO terhadap aset produktifnya, yaitu fasiltias ekstraksi bahan baku dan fasilitas COD II.

fixed assets turnover sido
perpurataran aset tetap sido

Setelah tahun 2018, aset tersebut mulai beroperasi dan menghasilkan pendapatan, barulah SIDO memasuki masa panennya. Saat masa ini, SIDO hanya memerlukan biaya pemeliharaan dan belum memerlukan capex yang besar untuk ekspansi lagi karena kapasitas produksi yang baru 60%.

Ketika kapasitas produksi SIDO mendekati 80% kembali, barulah SIDO akan memasuki masa menanam kembali dengan meningkatkan capex.

Selain itu, SIDO juga mulai gencar mengembangkan penjualan ekspornya ke lebih dari 15 negara. SIDO sudah mendirikan kantor cabang di Filipina (2017) dan anak usahanya di Nigeria (2018).

ekspansi sido

Meskipun porsi ekspor yang baru 3% dari total penjualan, tetapi potensi ekspansi SIDO masih terbuka lebar kedepannya.

Berapa Harga Wajar SIDO?

Setelah panjang lebar menyelesaikan PR kita dalam menganalisa cerita bisnis compounding SIDO, tiba lah saatnya menjawab pertanyaan terakhir kita yang menentukan apakah akan memencet tombol buy atau tidak.

Berapa harga wajar atas prospek bisnis jamu dan farmasi SIDO?

Dengan mempertimbangkan industri herbal dan suplemen Indonesia yang bertumbuh 9-10% setiap tahunnya, peningkatan kapasitas produksi SIDO hingga mendekati 80% kembali, serta peluncuran produk baru di segmen makanan dan minuman yang cukup sukses, maka estimasi laba bersih SIDO akan bertumbuh 16% dalam 5 tahun ke depan dengan DPR 80-95%.

Di tahun keenam sampai kesepuluh, pertumbuhan akan diestimasi di kisaran 11% karena dimulainya kembali masa menanam SIDO dan ekspansi ekspor lebih jauh dengan DPR 70%.

Target ekspor ke lebih dari 15 negara dan baru memiliki 1 kantor cabang di Filipina dan 1 anak usaha di Nigeria. Jika ada negara tujuan lain dengan pertumbuhan pasar yang sudah terbukti seperti Filipina, bukan tidak mungkin SIDO akan mengeluarkan capex yang lebih besar untuk membangun cabang penjualan, produksi ataupun distribusi di negara tersebut.

Setelah 10 tahun, pertumbuhan laba akan diestimasi di level 3% dengan acuan di bawah ±5% pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Discount factor yang digunakan sebesar 9.5% yang mengacu pada imbal hasil 10 tahun obligasi Indonesia per Februari 2022 (6.5%) dan equity risk premium (3%).

ERP diestimasi sesuai moat SIDO yang dalam (high profitability) dan cukup lebar (fair-durable profitability) karena faktor pricing power, akses bahan baku murah, skala bisnis yang masih berkembang dan market share yang besar di produk jamu.

discounted cashflow sido
margin of safety sido

Per 2 Maret 2022, SIDO ditutup di harga pasar Rp965 per lembar saham. Harga tersebut memberikan margin of safety (MOS) sebesar 27% dari estimasi intrinsic value-nya.

Tentunya estimasi ini dapat berbeda-beda bagi setiap investor sesuai penilaian ekspektasi pertumbuhan laba bersih dan discount factor yang diberikan untuk SIDO.


DISCLAIMER:

Artikel di atas dibuat semata untuk tujuan penyediaan referensi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk keputusan keuangan dan investasi tertentu. Setiap pihak bertanggung jawab penuh atas keputusan keuangan dan investasi yang dibuatnya sendiri.

Penulis tidak memiliki posisi investasi di saham SIDO. Artikel ini dibuat berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan dimuat sebagaimana adanya.

Dharma Djiauw

Investor aktif sejak 2019. Interested in internet and tech.

Bagikan dan Diskusikan

Telegram
WhatsApp
Twitter
Facebook
0 0 votes
Rating Analisis
Subscribe
Notify of
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Rekap Laporan Keuangan Sudah Terkirim!

Silahkan cek email kamu!