
7 Pelajaran Menjadi Quality Investor Selama 4 Tahun
Semua investor pasti ingin meraih return investasi yang memuaskan. Tapi, mengevaluasi proses investasi jauh lebih penting dibanding mengevaluasi hasil terlalu dini. Dari situlah kita bisa belajar.

Semua investor pasti ingin meraih return investasi yang memuaskan. Tapi, mengevaluasi proses investasi jauh lebih penting dibanding mengevaluasi hasil terlalu dini. Dari situlah kita bisa belajar.

Jika kamu hanya boleh menjual saham yang kamu beli setelah 10 tahun, apakah cara pemilihan saham dan analisismu masih sama dengan saat ini?

Tesis investasi harus selalu dilengkapi dengan catatan dan skenario buruk. Bahkan untuk saham yang conviction kita paling tinggi.

Keberhasilan Terry Smith membawa Fundsmith Equity Fund mengalahkan indeks di 13 tahun terakhir ternyata tak bisa terulang di Fundsmith Emerging Equities Trust.

Peningkatan Inflasi, kenaikan suku bunga, dan potensi resesi muncul di berbagai headline berita. Namun, pertanyaan pentingnya, apa relevansi hal-hal tersebut pada investasi kita? Apakah portofolio quality investor kebal terhadap guncangan ekonomi?

Apakah saya harus melakukan diversifikasi atau konsentrasi? Menurut saya, keduanya harus dilihat sebagai gradasi, bukan pilihan yang hitam putih.

Sudah 5 saham yang pernah saya jual dan semuanya dalam posisi untung. Mengapa saya jual rugi saham BABA? Pelajaran apa yang bisa kita petik?

Pemantauan dan update tesis investasi secara berkala adalah salah satu cara untuk terus menjaga proses investasi tetap rasional dan memberi potensi keuntungan jangka panjang yang berkelanjutan.

Perusahaan lebih bernilai bukan cuma ketika menjanjikan potensi pertumbuhan yang lebih besar atau risiko lebih rendah, tetapi juga kita butuh lebih sedikit modal untuk bertumbuh.

Return investasi tidak selalu menjadi faktor terpenting dalam perjalanan investasi kita. Ada unsur lain yang juga perlu jadi perhatian: modal dan waktu.
Silahkan cek email kamu!